Kaos Lukis Tanpa Tinta ini Raih Penghargaan di Malaysia

Home / Gaya Hidup / Kaos Lukis Tanpa Tinta ini Raih Penghargaan di Malaysia
Kaos Lukis Tanpa Tinta ini Raih Penghargaan di Malaysia Kaos Lukis Tanpa Tinta Asli Malang karya Arik Dwi Asmara raih penghargaan di Malaysia hari ini (4/12/2019) (FOTO: Istimewa)

TIMESTULUNGAGUNG, MALANGKaos lukis tanpa tinta, buah inovasi dan kreativitas Arik Dwi Asmara, lelaki asli Malang, raih penghargaan di Malaysia

Di bawah brand UTBEX.co. Arik menerima penghargaan kategori Penemu Ide Cemerlang  2019 untuk Indonesia dari kepala Tour Guide Miri, Serawak, Malaysia.

Gambar lukisan yang diciptakan adalah hasil dari merusak warna asli kaos. Sehingga warna yang terkena goresan kuas lukis akan pudar, sesuai dengan pola lukisan yang digambar.

Pada awalnya, Arik memanfaatkan getah pisang. Namun nyatanya getah tersebut mudah hilang dan tidak tahan lama.

Bahan kaos yang digunakan oleh Arik menggunakan cotton bamboo. Kaos jenin ini  lebih ringan, sejuk, dan lentur. Kaos yang disediakan pun unisex, sehingga bisa digunakan baik kaum hawa maupun kaum adam.

Tujuan Arik untuk terjun melukis dengan media kaos adalah ingin mengenalkan karya seni lebih dekat dengan masyarakat.

Kaos-Lukis-Tanpa-Tinta-Asli-Malang-2.jpg

Menurutnya kaos adalah media alternatif yang bisa menarik daya beli masyarakat atau wisatawan yang plesir ke Malang.

Bermula dari undangan seorang kawannya, Arik menghadiri event Hari Jadi Dayak Iban.

"Waktu itu dengan menampilkan produk kita yang berbeda dengan yang lain, di situ ada salah satu panitia pelaksana event bertanya kepada saya. 'Produk apa ini, dan bagaimana cara proses nya dan bla bla bla,' Saya jawab, ' ini saya membawa produk bernama Utbex clothing. Produk ini dilukis secara manual, dan yang paling unik lagi tanpa menggunakan tinta,' dan orangnya terkejut," papar Arik kepada Times Indonesia, Rabu (4/12/2019).

Arik akhirnya mendemonstrasikan produknya di depan wisatawan mancanegara dari Canada, Australia dan Amerika Serikat, di  salah satu hotel di Miri, Malaysia.

"Dan di situ saya membawakan tema budaya Dayak. Dan pada akhirnya saya mendapat kan apresiasi dan penghargaan yg sangat menyenangkan, yaitu dikatakan 'lo gila Arik!' gitu," paparnya.

Arik memang sering mendapatkan julukan gila. Gila yang artinya bahwa dirinya gila tentang ide. Memang, teknik lukis kaosnya ini belum pernah ditemukan.

Produk kaos lukis tanpa tinta yang mendapat penghargaan  "Penemu Ide Cemerlang  2019 di Malaysia ini, pertama kali dikenalkan di Kalimantan Tengah. Produknya juga telah menjadi salah satu produk destinasi favorit di Kalimantan Tengah. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com