Humas Pemkot Kediri Membenarkan Ada Pengusiran Tamu Dispora di Rumdin Wali Kota

Home / Berita / Humas Pemkot Kediri Membenarkan Ada Pengusiran Tamu Dispora di Rumdin Wali Kota
Humas Pemkot Kediri Membenarkan Ada Pengusiran Tamu Dispora di Rumdin Wali Kota Kabag Humas Pemkot Kediri saat di ruang kerjanya (FOTO: Canda Adisurya/TIMES Indonesia)

TIMESTULUNGAGUNG, KEDIRI – Video di media sosial yang berisi Wali Kota Kediri mengusir tamu dari rumah dinas (Rumdis) yang berdurasi 48 detik itu terjadi pada Minggu (1/12/2019), setelah acara jumpa pers adalah benar adanya. Hal itu diakui Kabag Humas Pemkot Kediri, Apip Permana, Rabu (04/11/2019).

Kronologisnya kata dia, setelah selesai jumpa pers sekitar pukul 11.30 WIB seluruh awak media meninggalkan lokasi. Tak berselang lama datang tamu yang mengatakan utusan dari KONI Jawa Timur dan Dinas Pemuda dan Olahraga provinsi Jawa Timur.

"Ya benar, ada tamu dari KONI Jawa Timur dan Dispora Provinsi yang datang di rumah dinas Wali Kota. Tamu itu yang akhirnya diketahui bernama Ansori dari Dispora Provinsi dan Nabil dari KONI Jatim. Awalnya, Ansori dan Nabil akan berkunjung ke keluarga Shalfa, atlet senam yang dikeluarkan dari Pelatnas Sea Game," kata Apip.

Kedatangan Ansori di rumah dinas Wali Kota bermula dari pembicaraannya dengan Muklas, Kuasa Hukum keluarga Shalfa via telpon. Dalam pembicaraan itu Muklas mengatakan bahwa dia masih di rumah dinas. Akhirnya, Muklas minta izin Wali Kota Mas Abu untuk memfasilitasi tempat bertemu dengan Ansori.

Gayung bersambut. Mas Abu memberi izin agar pertemuan antara Ansori dengan Muklas berserta keluarga Shalfa diadakan di rumah dinas.

Sebelumnya, ketika jumpa pers, Mas Abu tidak mempermasalahkan dikeluarkannya Shalfa dari pelatnas. Selama memang sudah sesuai standrad operasi pesedur ( SOP ). Namun yang sangat memprihatikan alasan dikeluarkan dari pelatnas karena soal "virginitas".

Kejadiannya, saat Ansori mengatakan bahwa dia siap kalau persoalan Shalfa dibawa ke proses hukum. Dan dia mengatakan dihadapan forum yang dihadiri Shalfa berserta keluarga kalau Salfa sudah tidak perawan.

Pernyataan Ansori tersebut menurut Mas Abu sangat tidak manusiawi disampaikan di depan Shalfa serta keluarga. Apalagi hasil rekam media RS Bhayangkara, Shalfa masih virgin. Tuduhan itu membuat Shalfa pingsan.

Sebelum kejadian itu, amanah Gubernur Khofifah agar Pemerintah Provinsi  segera menugaskan orang untuk menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan. Dan seandainya tuduhan "virginitas" tidak benar maka segera minta maaf kepada Shalfa dan keluarganya. Ternyata, amanat Gubernur tidak dijalankan oleh Ansori dari . Kejadian itu berbuntut diusirnya tamu dari Rumdis (rumah dinas) Wali Kota Kediri.

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com