KoinWorks Bertekad Berikan Edukasi Bagi Masyarakat Terkait Fintech

Home / Berita / KoinWorks Bertekad Berikan Edukasi Bagi Masyarakat Terkait Fintech
KoinWorks Bertekad Berikan Edukasi Bagi Masyarakat Terkait Fintech Kepala Komunikasi KoinWorks, Aldion Sianturi (kiri) didampingi Komunikasi Strategis KoinWorks,Valtala Leifyumna. (foto: Joe/TIMES Imdonesia)

TIMESTULUNGAGUNG, KUPANGKoinWorks merupaka platform finansial Technology (fintech) di Indonesia yang mendapatkan izin resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). KoinWorks bertekad memberikan edukasi kepada masyarakat yang terkait fintech guna menghindari praktik fintech ilegal.

Hal tersebut disampaikan Aldion Sianturi, Kepala Komunikasi KoinWorks, Rabu (26/2/2020) di Swiss Belinn Kristal, Kupang.

Pada tahun 2017, KoinWorks merupakan platform pendaratan peer-to-peer yang mempertemukan antara pendana atau penyedia modal dengan peminjaman pada platform KoinWorks.

Pada tahun 2019, KoinWorks melakukan rebranding menjadi platform penyedia multi-layanan keuangan Aplikasi Super Keuangan untuk memenuhi kebutuhan layanan keuangan untuk masyarakat Indonesia.

Menurut Aldion, saat ini pengguna KoinWorks di Indonesia berdasarkan data akhir tahun 2019 sebanyak 370.000 orang. Dari jumlah tersebut, 250.000 pengguna merupakan investor atau pendana sementara yang tersisa merupakan peminjam.

NTT masuk pada 10 besar daerah dengan pengguna KoinWorks terbanyak. Di NTT, pengguna KoinWorks berjumlah 5 persen dari total pengguna KoinWorks di seluruh Indonesia.

"Antusias masyarakat terhadap KoinWorks menunjukkan bahwa mereka tertarik dengan fintech, namun tidak menutup kemungkinan masih banyak masyarakat yang masih meragukan menyetujui fintech. Penting sekali bagi mereka yang membeli fintech yang dipilih sebelum bergabung dengan pengguna", ujar Aldion.

Aldion menjelaskan, penting untuk mengedukasi masyarakat tentang fintech. KoinWorks hadir di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk memberikan pemahaman tentang masyarakat guna menghindari praktik fintech ilegal.

"Masyarakat tahu tentang fintech, tetapi masih takut jika tidak ada tagihan nomornya disebar di media sosial melalui data-data lainnya. Fintech yang diawali OJK tidak melakukan hal demikian", jelas Aldion.

Jumlah peminjam di fintech KoinWorks yang masih rendah menjadi satu tantangan bagi pihak KoinWorks untuk mengedukasi masyarakat agar paham benar-benar terkait manfaat dari KoinWorks sendiri.

"Kalau selama ini masyarakat hanya mendengar fintech dan KoinWorks hanya melalui aplikasi digital, maka kali ini KoinWorks hadir untuk menghubungi masyarakat dan berdialog langsung agar masyarakat paham benar-benar menggunakan KoinWorks", terang Aldion.

Sementara itu, Valtala Leifyumna, Komunikasi Strategis KoinWorks menegaskan KoinWorks menjamin keamanan para pendana maupun peminjam sehingga dapat menekan resiko terjadinya kerugian. 

"Kita sudah menyiapkan perlindungan bagi pengguna KoinWorks untuk menunda pembayaran pinjaman. Kita juga akan melakukan restrukturisasi total pinjaman sehingga dipastikan semua pinjaman akan diselesaikan dengan segera", jelas Valtala.(*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com