Ahmad Basarah: GM FKPPI Harus Lahirkan Pemimpin yang Punya Komitmen Menjaga Pancasila

Home / Berita / Ahmad Basarah: GM FKPPI Harus Lahirkan Pemimpin yang Punya Komitmen Menjaga Pancasila
Ahmad Basarah: GM FKPPI Harus Lahirkan Pemimpin yang Punya Komitmen Menjaga Pancasila Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah saat menyampaikan pidato kebangsaan di Munas X GM FKPPI, Bogor, Jawa Barat. (FOTO: Hasbullah/TIMES Indonesia).

TIMESTULUNGAGUNG, JAKARTA – Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah mengatakan, sebagai kawah candradimuka, pengurus GM FKPPI harus mampu mencetak dan melahirkan calon-calon pemimpin yang memiliki komitmen kuat menjaga Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 45 sebagai dasar negara.

Komitmen kuat tersebut menurut Ketua DPP PDI Perjuangan itu sejatinya sudah termaktub jelas dalam pembukaan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) GM FKPPI. Termasuk, politik GM FKPPI adalah politik kebangsaan, bukan politik partisan.

Ia mengingatkan, GM FKPPI juga telah menyadari peran pentingnya sebagai generasi penerus bangsa yang memiliki kewajiban melanjutkan cita-cita proklamasi 17 Agustus 1945, yaitu mewujudkan masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila.

"Kokohnya Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara merupakan syarat mutlak bagi tetap utuh dan berdirinya bangsa Indonesia. Para pendiri bangsa telah mewariskan seperangkat prinsip bernegara yaitu, Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika," ucap Basarah.

"Seperangkat aturan bernegara ini telah final dan menjadi konsensus bersama sejak Indonesia berdiri di tahun 1945. Dalam kondisi apapun, aturan bernegara terrsebut harus dijaga, tidak boleh digadaikan, apalagi dijual hanya untuk kepentingan orang per orang," imbuh Basarah.

Pada bagian lain, Basarah juga menyinggung situasi terkini yang tengah dihadapi bangsa Indonesia, yaitu era disrupsi. Secara sederhana era disrupsi dapat diartikan dengan era baru, yaitu ditemukannya berbagai inovasi yang menggantikan seluruh sistem dan tatanan nilai yang sedang berlaku.

Globalisasi dan Revolusi Industri 4.0 yang ditandai dengan penemuan internet menjadi penyebab gelombang disrupsi semakin membesar. Sebagai contoh timbulnya market place, toko-toko online yang menggeser peran warung-warung konvensional.

Kemudian munculnya transportasi berbasis teknologi informasi yang menggerus transportasi konvensional. Terhadap fenomena mutakhir tersebut, lanjut Basarah, tentu saja bangsa Indonesia tidak bisa mengelak, menghindar apalagi menjauhinya.

"Bangsa Indonesia harus pandai-pandai mengambil peluang dan manfaat dari arus perubahan zaman yang semakin cepat bergerak. Namun, kita juga harus mampu mengantisipasi dampak negatif dari kemajuan teknologi informasi tersebut seperti maraknya hoak yang berisi fitnah dan adu domba di antara saudara sebangsa sendiri," paparnya.

Realitas tersebut, diakui Basarah menjadi tantangan nyata  yang dihadapi GM FKPPI. Tantangan bagaimana mengejewantahkan nilai-nilai Pancasila di dunia maya. Sebagai, Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara telah terbukti tahan banting. 

Kini menurut Basarah, Pancasila tengah digempur oleh dua ideologi transnasional yang menunggangi kemajuan teknologi informasi. "Sampai dimana daya tahan Pancasila menghadapi rongrongan tersebut? Jawabnya, kembali kepada komitmen generasi mudanya dalam menjaga Pancasila. Saya haqqul yakin GM FKPPI bisa memikul tanggung jawab berat ini," tandas Ahmad Basarah. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com